Sabtu, 04 April 2009

Isi Baterai Sepuluh Menit

Pengguna ponsel di Inggris tak perlu lagi khawatir kehabisan baterai di tengah perjalanan. Kini salah satu perusahaan telekomunikasi asal Inggris, N5, akan memproduksi sebuah mesin recharge baterai berjuluk Quickie.

Bentuknya serupa dengan mesin ATM. Namun, cara kerja mesin itu persis dengan saat kita menggunakan telepon umum koin. Cukup masukkan koin 1 pound sterling (sekitar Rp 16 ribu), kita bisa menikmati layanan isi ulang baterai di pinggir jalan.

Jangan bayangkan kita berdiri di pinggir jalan berjam-jam untuk menunggu baterai penuh. Sebab, Quickie hanya butuh waktu sepuluh menit untuk mengisi dari kosong hingga penuh. Meski bentuknya hampir sama, Quickie berbeda dengan mesin ATM. Quickie tidak hanya digunakan satu orang untuk sekali pengisian. Charger raksasa tersebut bisa dipergunakan beberapa orang sekaligus.

Menurut Nigel Botterill, CEO N5, mesin itu sudah mendapat persetujuan dari Amerika Serikat. Dia menambahkan bahwa perkembangan ponsel berfitur multimedia menyebabkan ponsel semakin boros energi. Karena itu, saat ini semakin banyak pengguna yang membutuhkan layanan sejenis Quickie.

Dalam jangka dua tahun ke depan, N5 menargetkan membuat sekitar 10 ribu mesin Quickie untuk disebarkan di seluruh Inggris. (pna/bs/kkn)

(www.jawapos.com)

Nokia Siap Bikin Laptop

PERKEMBANGAN teknologi semakin hari semakin pesat. Dulu, laptop hanya dimiliki kalangan berduit. Sekarang setiap kita menoleh, pasti ada orang yang sibuk mengutak-atik notebook.

Perkembangan laptop, agaknya, tidak jauh berbeda dengan ponsel. Tidak heran, produsen ponsel terbesar di dunia, Nokia, berniat terjun ke pasar laptop. Meski industri laptop itu dipenuhi banyak brand papan atas yang sudah jauh lebih mapan, Nokia tetap optimistis.

CEO Nokia Olli-Pekka Kallasvuo menegaskan bahwa pihaknya serius akan memproduksi dan memasarkan laptop sediri. Hingga saat ini, Nokia masih aktif mempelajari prospek pasar.

"Saat ini ponsel dan PC sudah mulai menyatu. Tiap hari, kita sudah melihat banyak orang mengakses internet langsung dari ponsel. Fakta ini adalah indikasi yang baik," kata Olli-Pekka Kallasvuo.

Sebenarnya, kabar burung Nokia menjajal industri laptop beredar sejak akhir 2008. Namun, pernyataan Kallasvuo boleh dianggap sebagai pengakuan resmi pertama tentang realisasi rencana tersebut. (pna/bs/kkn)

(www.jawapos.com)

Selasa, 17 Maret 2009

Ditemukan Arak Timur Berusia 9000 Tahun


arak

Juzhong Zhang dan Zhiqing Zhang, Institute Peninggalan Budaya dan Arkeolog Provinsi Henan, Zhengzhou, China

Tim riset internasional setelah mengadakan analisa kimia menemukan, bahwa penyerapan organik dan pengawetan dalam kendi yang terbuat dari tanah liat dari Neolithic Desa Jiahu, Provinsi Henan, China Tengah dapat dipakai untuk membuat minuman dari beras, madu, buah-buahan pada 9000 tahun yang lalu.
Penemuan ini dibuat oleh tim riset internasional termasuk ahli kimia dari Universitas Museum Pennsylvania Dr. Patrick McGovern dari MASCA (Museum Applied Science Centre for Archaeology). Penemuan ini merupakan bukti kimiawi pertama terhadap minuman yang difermantasi pada masa kebudayaan China kuno, memperluas pemahaman kami tentang kunci teknologi dan peradaban cara membuat minuman yang difermantasi di China.

Tes dilakukan di dalam kendi dari tanah liat (tembikar) dari Neolithic Desa Jiahu dimana sangat menarik perhatian, sebab merupakan tembikar tertua yang diketemukan di China. Melalui berbagai macam metode kimia yang diketemukan semuanya merupakan campuran dari buah hawthorn, anggur, lilin tawon lebah dan beras.

dr-patirck


Dr. Patrick E. McGovern, ilmuwan senior dari MASCA, Universitas Musium Pennsylvania, didalam laboratoriumnya menyatakan bahwa kendi dari Jiahu, China telah berusia kira-kira 9000 tahun yang lalu. (Universitas Musium Pennsylvania) Bejana perunggu yang ditutup rapat yang dibuat pada 1250SM juga di temukan di Kota Anyang dan Kuburan Changzikou di Sungai Kuning China. Bejana yang ditemukan berisi arak spesial yang terbuat dari beras dan padi-padian. Minuman tersebut dicampur dengan rempah-rempah seperti wormwood (sejenis tanaman beraroma pahit, biasa digunakan untuk membuat alkohol dan obat-obatan), bunga serunai dan pohon dammar.


Menurut Dr. McGovern, analisa cairan ini merupakan arak hasil fermentasi dan penyaringan beras atau padi-padian yang dikenal dengan nama “Jiu” atau “Chang” sesuai dengan tulisan dinasti Shang.

Arak Jiu dan Chang pada zaman prasejarah China sepertinya dibuat dari “Cetakan Sakarin”, suatu proses yang menggunakan gabungan dari cetakan khusus untuk menghancurkan biji padi-padian menjadi gula, sebelum difermentasi dengan ragi.


Ada sekitar 100 macam rempah-rempah khusus termasuk wormwood juga digunakan untuk membuat qu sekarang ini. Beberapa telah memperlihatkan dapat meningkatkan ragi fermentasi sampai 7 kali lipat. (erabaru.or.id)*

(http://www.theepochtimes.com/news/5-8-30/31771.html)

Swastika:"Sebuah Simbol Belas Kasih Kuno"

Salah satu contoh keramik kuno bertanda Swastika di National Archeological Museum di Athena. (NELI MAGDALINI SFIGOPOULOU/ EPOCH TIMES)

Salah satu contoh keramik kuno bertanda Swastika di National Archeological Museum di Athena. (NELI MAGDALINI SFIGOPOULOU/ EPOCH TIMES)

Jauh sebelum perang dunia, swastika telah dikenal luas oleh dunia, sebagai simbul kebijakan dan belas kasih. Dalam usia sejarah 3.000 tahun, simbol swastika berasal dari budaya India dan Barat kuno.

Ia mewakili pergerakan berkesinambungan – sebuah pergerakan seperti kincir yang digerakkan angin atau air. Ia akan terus menerus berputar searah perputaran jarum jam dan sebaliknya.

Ketika berputar searah jarum jam ia mewakili energi alam semesta, kuat dan penuh kecerdasan; ketika ia berputar berlawanan dengan arah jarum jam, ia mewakili belas kasih.

Ia juga melambangkan keharmonisan universal dan keseimbangan dari hal-hal yang berlawanan.
Kata Swastika berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti tanda perwujudan diri.

Dengan kata lain, ia adalah sebuah tanda penjelmaan diri sendiri, dan tanda seseorang yang telah mendapatkan pencerahan, secara umum dianggap sebagai seorang Buddha (kata Buddha berasal dari bahasa Sansekerta, India kuno, yang artinya adalah Sang Sadar, Orang Suci atau Nabi).

Karena itu Buddha dalam seni sering digambarkan mempunyai tanda (swastika) pada dada atau telapak tangan mereka.

Kata Swastika umumnya dipercaya sebagai campuran dari kata Su dan Asati.
Su artinya baik dan Asati artinya ada atau hadir. Dalam tata bahasa Sansekerta, bila dua kata digabungkan akan menjadi Swasti.
-ka adalah imbuhan. Bila turunan kata swastika ini betul, maka arti harafiah katanya akan menjadi biarlah kebaikan itu nampak.

Untuk kebudayaan Barat, seperti Yunani, Celtic, Finlandia, dan beberapa budaya asli, Swastika juga sebuah simbol yang sangat penting. Ini paling banyak digunakan untuk seni busana, arsitektur, keramik, dan seni ukir atau patung.

Kebudayaan Barat menamakannya roda penerangan. Di Tiongkok diketahui sebagai simbol Wan.
Wan mempunyai kesamaan bunyi dengan sepuluh ribu, sebuah angka yang sering digunakan untuk mencakup semua penciptaan alam semesta.

Saat Adolf Hitler memakai Swastika pada lencananya, ia berharap kekuatan alam semesta dapat dimilikinya. Sejak itu, dunia-baru telah mengaitkan Swastika dengan rejim dan ideologi Hitler.

Di Jerman, simbol ini masih terlihat dan punya pengertian yang tidak baik. Kini, sudah saatnya mengembalikan Swastika ke tempat yang sebenarnya dan mengembalikan pada arti aslinya. (Neli Magdalini S./The Epoch Times/bud)

Nicholas, Pelindung Anak-anak dan Pelaut

nicholas

Saint Nicholas adalah seorang tokoh Kristen yang hidup pada abad k-4 M. Ia lahir di Myra, sekarang disebut Turki, berasal dari keluarga yang kaya. Sebelumnya ibunya tidak pernah punya anak, tetapi karena selalu berdoa kepada Tuhan, akhirnya permohonannya dikabulkan lahirlah Nicholas. Menurut legenda pada saat masih bayi pun Nicholas sudah berpuasa, setiap hari Rabu dan Jumat tidak mau minum air susu ibunya. Ia ditasbihkan menjadi pastor pada usia yang sangat muda yakni 18 tahun. Karena sifat belas kasihnya yang besar terhadap umat dan fakir miskin, ia diangkat menjadi uskup.

Dalam kehidupannya ia dikenal sangat dermawan, suka memberi dan menyukai anak-anak. Setelah ia meninggal pertengahan abad ke-4 M, legenda mengenai St. Nicholas berkembang. Legenda yang paling terkenal adalah mengenai 3 anak gadis. Ceritanya, ada seorang bapak dengan 3 anak gadisnya. Keluarga itu hidup dalam kemisikinan yang hebat sehingga sang bapak terpaksa mengambil keputusan untuk menjual anak-anaknya sebagai budak untuk menghidupi keluarganya.

St. Nicholas mengetahui hal ini dan memutuskan untuk menolong mereka. Pada malam hari ia mendatangi rumah keluarga itu dan melemparkan sekantung emas melalui jendela. Kantung itu masuk ke dalam kaus kaki yang sedang dikeringkan di dekat pendiangan milik mereka. Karena 'hadiah' itu, anak-anak gadis itu selamat. Legenda tersebut berkembang menjadi tradisi memberikan hadiah dan menggantungkan kaus kaki di dekat pendiangan.


Disebutkan juga saat Nicholas ke tanah suci, kapalnya dilanda angin ribut, salah satu dari tiang layarnya patah dan menimpa kepala seorang kelasi hingga mengakibatkan kematiannya. Dengan doa Nicholas akhirnya angin ribut reda, bahkan ia bisa "menghidupkan" kembali kelasi yang telah meninggal itu. Sejak saat itulah ia dikenal sebagai Saint atau orang suci pelindung dari para pelaut dan semua kapal dagang. Kepercayaan tersebut semakin besar dan kuat sehingga Sinterklaas sudah dianggap sebagai wakil Tuhan untuk melindungi mereka oleh para pelaut Yunani maupun Italia.

Karena kebaikan St. Nicholas, ia diagungkan oleh gereja-gereja pada saat itu. Salah satu contoh yang bisa kita lihat adalah gereja yang dibangun Kaisar Justinian bagi St. Nicholas sekitar tahun 540 di Konstantinopel. Banyak negara yang mengangkat Nicholas sebagai santo pelindung bagi negara tersebut. Ketika ia meninggal, Nicholas dikuburkan di Myra. Tapi pada abad ke-11, kuburan St. Nicholas digali dan diangkut oleh para pedagang dari Italia dan dipindahkan ke Bari di Italia. Di Bari sebuah gereja dibangun bagi St. Nicholas. Banyak orang datang ke sana untuk berziarah.

Gereja sempat melarang tradisi memuja orang-orang suci, lebih mendorong untuk memusatkan diri pada Kristus saja sebagai pemberi keselamatan dengan memperingati hari kelahirannya pada 25 Desember. Perayaan St. Nicholas pun ditiadakan. Tetapi tradisi perayaan St. Nicholas tidak bisa dihapus dengan mudah. Tradisi itu bukannya hilang tetapi malah menempel pada hari Natal tersebut, dan diteruskan pada masa-masa berikutnya. Perayaan St. Nicholas dirayakan pada malam Natal.(erabaru.or.id)*

Kisah Fleming dan Churcill

flemingAda seorang yang bernama Fleming, dia adalah seorang petani Sunderland (Inggris) yang sangat miskin. Pada suatu hari, di saat dia sedang bekerja mencari nafkah seperti biasanya, sayup- sayup terdengar teriakan "tolong...tolong" di sekitar rawa. Dia segera membuang peralatan kerjanya kemudian berlari menuju ke sumber teriakan, dan melihat seorang anak lelaki yang setengah tubuhnya telah terperosok ke dalam kubangan lumpur di rawa tersebut. Anak lelaki tersebut sangat panik dan gugup, meronta-ronta sambil berteriak, mencoba untuk melepaskan diri dari kemalangan tersebut. Dengan sekuat tenaga, Fleming mencoba menyelamatkan anak ini dari ujung kematian yang menegangkan.

churcill

Pada hari berikutnya, sebuah kereta kuda yang mewah berhenti di depan rumah Fleming, kemudian seseorang yang berpakaian parlente seperti kaum bangsawan turun dari kereta tersebut. Dia lalu memperkenalkan dirinya dengan mengatakan bahwa dirinya adalah ayah dari anak lelaki yang diselamatkan olehnya. "Tujuanku datang ke sini adalah untuk membalas budi baikmu. Aku ingin memberimu uang," kata si priayi itu. Fleming kemudian mengatakan bahwa menolong orang adalah suatu hal yang sudah selayaknya dilakukan, dan ia tidak bisa menerima uangnya hanya dikarenakan telah menyelamatkan anaknya. Fleming menolak pemberian uang dari bangsawan tersebut. Dan tepat di saat itu, anak Fleming muncul dari pintu kecil pondok tersebut, lalu priayi itu bertanya, "Apakah ini anakmu?" "Ya", jawab Fleming merasa bangga sebagai seorang ayah.

Lalu bangsawan itu berkata, begini saja, biarkanlah anakmu ikut denganku, aku akan membiayainya untuk mendapatkan sebuah pendidikan yang layak. Jika anakmu begitu bersemangat berjuang seperti ayahnya, maka pada suatu hari nanti dia akan tumbuh menjadi seseorang yang akan membuat kau merasa sangat bangga. Dan begitulah masalahnya telah disepakati, bersamaan dengan berlalunya waktu, anak Fleming telah menamatkan pendidikannya dari lembaga ilmu kedokteran St. Maria di London, Inggris. Melalui ketekunan dirinya, dia kemudian menjadi Sir Alexander Fleming yang terkenal di dunia kedokteran, dan penisilin adalah merupakan penemuannya.
Setelah sekian tahun kemudian, anak bangsawan itu menderita penyakit radang paru-paru, di mana penyakit tersebut waktu itu merupakan suatu penyakit yang belum ada obatnya, penisilin yang ditemukan oleh anak Fleming-lah yang telah menyembuhkan penyakitnya. Apakah Anda mengetahui nama dari bangsawan itu? Dia adalah Rudolf A. Churcill yang terhormat itu, lantas siapa nama anaknya itu? Dia adalah mantan PM Inggris yang terhormat, Winston Churcill. Maka tepatlah kalau ada yang mengatakan bahwa berbuat sesuatu yang "baik", ada balasan yang "baik" pula.(erabaru.or.id)*

Kultivasi Melepas Keharuman Jiwa

Beberapa hari yang lalu saya telah menulis sebuah artikel pendek berjudul “Orang budiman harum bagaikan anggrek”. Dalam artikel ini membicarakan bahwa moral seorang yang budiman, harum bagaikan bunga anggrek. Dimana pun dia berada, keharumannya akan menyenangkan orang.

Dalam artikel itu saya membicarakan juga bahwa cahaya welas asih yang dikeluarkan oleh seorang kultivator bagaikan bunga anggrek yang bermekaran dalam lembah, keharumannya semerbak masuk ke dalam lubuk hati manusia. Hal itu telah mengundang beberapa anak muda bertanya kepada saya, “Bagaimana dapat melepaskan keharuman dalam jiwa.”

Sebenarnya jika kita mengumpamakan jiwa kita dengan segelintir daun teh yang memendam keharuman, maka kultivasi dalam kehidupan bisa diumpamakan sebagai seteko air yang mendidih, di mana daun teh hanya bisa timbul dan tenggelam dalam air yang mendidih, dan setelah direndam beberapa waktu dan beberapa kali baru bisa mengeluarkan aromanya yang harum.

Dalam kultivasinya, manusia harus melakukan perbuatan baik, mematut diri dengan baik, baru bisa meningkatkan taraf batin dirinya sendiri, bersamaan dengan itu ia akan meninggalkan sepoi-sepoi keharuman bagi orang lain.

Pepatah mengatakan, “Ketajaman pedang berasal dari asahan, harumnya bunga Mei berasal dari musim dingin yang menusuk tulang.”

Ketika semua bunga berguguran dan layu di musim dingin, hanya bunga Mei yang mekar di udara yang sangat dingin, dalam es dan salju. Semerbak harumnya bunga Mei itu dilahirkan dan dihasilkan oleh angin kencang yang sangat dingin dan dalam badai es dan salju. Hanya dengan mengalami terpaan angin dan badai baru bisa melahirkan dan mengeluarkan keharuman yang benar-benar harum.

Orang pada umumnya hanya bisa tak henti-hentinya mengagumi, sama sekali tidak menyadari bahwa di belakang keharuman, dan hasil yang besar ini terkandung berapa banyak penderitaan dan kesulitan. Keharuman ini keluar setelah mengalami terpaan angin dan badai, setelah mengalami musim yang sangat dingin.

Dahulu kala ada seorang pemuda yang telah berkali-kali mengalami kegagalan, dia kagum akan kemasyuran biksu agung Shi Yuan lalu pergi ke kuil mencari biksu agung ini.

Dengan putus asa dia berkata kepada biksu Shi Yuan, “Saya selalu gagal dalam usaha, hidup juga asal hidup saja, lalu apa gunanya?”

Setelah mendengarkan kata-kata ini diam-diam sang biksu mengeluarkan sebungkus daun teh. Kemudian dia memanggil seorang biksu kecil, “Penderma ini datang dari tempat yang jauh, tolong segera masakkan sepoci air hangat dan hantarkan kemari.”

Tidak lama kemudian, biksu kecil telah menghantarkan sepoci air hangat, Shi Yuan lalu menggenggam daun teh dimasukkan ke dalam cangkir, kemudian dia menyedu teh itu dengan air hangat lalu disodorkan ke depan pemuda itu dan berkata, “Penderma, silahkan minum teh.”

Setelah meneguk dua teguk pemuda itu menggeleng-gelengkan kepala dan berkata, “Teh apa ini? Sama sekali tidak ada aroma tehnya.”

Shi Yuan menjawab sambil tertawa, “Itu adalah teh ternama, mengapa bisa tidak harum?”

Shi Yuan memanggil kembali si biksu kecil lagi, “Tolong masakkan lagi sepoci air yang mendidih dan hantarkan kemari.”

Setelah air yang telah mendidih itu datang, Shi Yuan mengeluarkan cangkir baru, mengambil daun teh dan dimasukkan ke dalam cangkir, menuangkan sedikit air mendidih ke dalam cangkir.

Nampak oleh pemuda ini daun-daun teh tersebut timbul dan tenggelam dalam cangkir, sebersit keharuman yang halus merebak keluar dengan diam-diam. Pemuda itu tak tertahankan hendak mengambil cangkir itu.

Shi Yuan tersenyum dan berkata, “Tunggulah sebentar penderma.” Sambil berkata dia menuangkan lagi sedikit air mendidih ke dalam cangkir, beserta dengan itu segumpal harum teh yang memabukkan perlahan-lahan merebak memenuhi seluruh ruangan meditasi.

Demikianlah Shi Yuan menuangkan air mendidih ke dalam cangkir sebanyak lima kali, aroma harum dari secangkir teh itu semerbak memenuhi ruangan.

Dengan tertawa Shi Yuan bertanya kepada pemuda itu, “Apakah penderma tahu teh dengan merek yang sama mengapa rasanya berbeda?”

Pemuda itu berpikir sejenak lalu berkata, “Satu cangkir diseduh dengan air hangat, dan satu cangkir diseduh dengan air mendidih.”

Shi Yuan tertawa-tawa dan berkata, “Penggunaan air yang berbeda, rasa tehnya juga berbeda. Teh yang diseduh dengan air hangat daun tehnya akan mengambang di atas air, mana bisa mengeluarkan aromanya? Dan teh yang diseduh dengan air mendidih, diseduh berkali-kali daun-daun tehnya bergolak timbul dan tenggelam, lalu mengeluarkan keharuman setelah hujan di musim semi, kehangatan bagai mentari di musim panas, pekat bagai angin di musim gugur dan jernih bagaikan embun beku di musim dingin.”

Seseorang yang tidak memahami kultivasi, sama seperti daun-daun teh yang diseduh dengan air hangat, selamanya tidak akan mengeluarkan aroma harum yang merebak ke dalam hati orang lain. Tidak ada semangat kesabaran dan pengasahan dalam hati, tidak akan mengeluarkan pancaran sinar kehidupan yang dimiliki oleh setiap insan.

Dengan kultivasi baru dapat pulang ke asal kembali ke jati diri, mengeluarkan bau keharuman jiwa. (The Epoch Times/lin)