
Juzhong Zhang dan Zhiqing Zhang, Institute Peninggalan Budaya dan Arkeolog Provinsi Henan, Zhengzhou, China
Tes dilakukan di dalam kendi dari tanah liat (tembikar) dari Neolithic Desa Jiahu dimana sangat menarik perhatian, sebab merupakan tembikar tertua yang diketemukan di China. Melalui berbagai macam metode kimia yang diketemukan semuanya merupakan campuran dari buah hawthorn, anggur, lilin tawon lebah dan beras.
![]() |
Dr. Patrick E. McGovern, ilmuwan senior dari MASCA, Universitas Musium Pennsylvania, didalam laboratoriumnya menyatakan bahwa kendi dari Jiahu, China telah berusia kira-kira 9000 tahun yang lalu. (Universitas Musium Pennsylvania) Bejana perunggu yang ditutup rapat yang dibuat pada 1250SM juga di temukan di Kota Anyang dan Kuburan Changzikou di Sungai Kuning China. Bejana yang ditemukan berisi arak spesial yang terbuat dari beras dan padi-padian. Minuman tersebut dicampur dengan rempah-rempah seperti wormwood (sejenis tanaman beraroma pahit, biasa digunakan untuk membuat alkohol dan obat-obatan), bunga serunai dan pohon dammar.
Menurut Dr. McGovern, analisa cairan ini merupakan arak hasil fermentasi dan penyaringan beras atau padi-padian yang dikenal dengan nama “Jiu” atau “Chang” sesuai dengan tulisan dinasti Shang.
Arak Jiu dan Chang pada zaman prasejarah China sepertinya dibuat dari “Cetakan Sakarin”, suatu proses yang menggunakan gabungan dari cetakan khusus untuk menghancurkan biji padi-padian menjadi gula, sebelum difermentasi dengan ragi.
Ada sekitar 100 macam rempah-rempah khusus termasuk wormwood juga digunakan untuk membuat qu sekarang ini. Beberapa telah memperlihatkan dapat meningkatkan ragi fermentasi sampai 7 kali lipat. (erabaru.or.id)*
(http://www.theepochtimes.com/news/5-8-30/31771.html)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar